
Jakarta Timur, 5 Oktober 2026 — Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) semakin membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat dan real-time, termasuk informasi mengenai kondisi cuaca. Melihat pentingnya pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan teknologi tersebut, mahasiswa Program Magister Teknologi Informasi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di MAN 18 Jakarta Timur.
Kegiatan yang mengusung tema “Weather Data Goes Digital: Edukasi Internet of Things (IoT) dan Monitoring Cuaca Real-Time melalui Automatic Weather Station” tersebut berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan diikuti oleh siswa dan siswi kelas X dan XI IPA MAN 18 Jakarta Timur. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi IoT serta penerapannya dalam sistem pengamatan cuaca secara otomatis dan real-time.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa Magister Teknologi Informasi Universitas Pamulang yang tergabung dalam Kelompok PKM 14, yaitu Nurrahmat Jatmiko, Tonny Kusuma Wijaya, Diana Hertanti Dwi Kusuma W, Zulmansyah, Andi, Asep Irwan Maulana, dan Dimas Chandra Adinata.
Mengenalkan IoT melalui Pengamatan Cuaca

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM tidak hanya memperkenalkan konsep Internet of Things secara umum, tetapi juga mengajak siswa memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk memperoleh informasi cuaca.
Para siswa diperkenalkan pada konsep Automatic Weather Station (AWS) sebagai salah satu perangkat pengamatan cuaca otomatis yang dapat membantu mengukur berbagai parameter cuaca. Data hasil pengamatan dari perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi atmosfer secara lebih cepat dan terukur.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Tim PKM berusaha menghubungkan konsep teknologi yang cukup kompleks dengan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa teknologi yang dipelajari di bidang IT memiliki penerapan yang sangat luas. Salah satunya adalah bagaimana IoT dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menyampaikan informasi cuaca secara real-time,” jelas tim pelaksana PKM Kelompok 14.
Para siswa juga diajak memahami bahwa informasi cuaca tidak hanya berkaitan dengan kondisi panas, hujan, atau berawan. Di balik informasi tersebut terdapat sejumlah parameter yang diamati menggunakan perangkat pengamatan cuaca.
Siswa Aktif Bertanya dan Berinteraksi
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif. Selain pemaparan materi, sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dari para peserta.
Sejumlah siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara kerja IoT, proses pengiriman data, fungsi perangkat pengamatan cuaca, hingga bagaimana data yang diperoleh dari alat dapat digunakan untuk menghasilkan informasi cuaca.
Interaksi dua arah tersebut membuat kegiatan tidak berlangsung secara satu arah. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pemateri, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai teknologi dan penerapannya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti sesi diskusi dan memberikan respons terhadap materi yang disampaikan. Kondisi tersebut membuat kegiatan PKM berlangsung interaktif, komunikatif, dan edukatif.
Bagi tim PKM, keterlibatan aktif siswa menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pasalnya, pengenalan teknologi akan lebih mudah dipahami ketika peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Memahami Informasi Cuaca melalui Teknologi
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan teknologi dalam memperoleh informasi cuaca.
Melalui pengenalan IoT dan Automatic Weather Station, siswa diharapkan dapat memahami bahwa informasi cuaca dapat diperoleh melalui proses pengamatan yang dilakukan secara sistematis menggunakan perangkat teknologi.
Data dari berbagai parameter cuaca memiliki peran penting dalam memberikan gambaran mengenai kondisi atmosfer. Informasi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca.
Dalam konteks pendidikan, pengenalan teknologi pengamatan cuaca juga dapat menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai bidang ilmu. Siswa dapat melihat keterkaitan antara teknologi informasi, sensor, jaringan komunikasi, data, meteorologi, dan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, IoT tidak lagi dipahami hanya sebagai konsep teknologi yang berada di dalam perangkat digital, tetapi sebagai teknologi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Mendorong Literasi Teknologi Generasi Muda
Pelaksanaan PKM di MAN 18 Jakarta Timur juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa Magister Teknologi Informasi Universitas Pamulang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat membuat kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam pendidikan. Siswa perlu mendapatkan gambaran bahwa teknologi informasi dapat diterapkan pada berbagai sektor, termasuk meteorologi dan pengamatan lingkungan.
Melalui tema Weather Data Goes Digital, tim PKM ingin menunjukkan bahwa transformasi digital dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Data cuaca yang sebelumnya mungkin hanya dipandang sebagai informasi yang muncul pada aplikasi atau media massa, pada dasarnya berasal dari proses pengamatan dan pengolahan data yang melibatkan teknologi.
Pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap perkembangan teknologi sekaligus membuka wawasan mengenai berbagai bidang yang dapat dikembangkan melalui teknologi informasi.
PKM Berjalan Lancar
Selama kurang lebih tiga jam, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Penyampaian materi, diskusi, serta interaksi antara tim PKM dan siswa berjalan dalam suasana yang komunikatif.
Keaktifan siswa kelas X dan XI IPA menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan berlangsung dinamis. Para peserta menunjukkan ketertarikan terhadap pembahasan mengenai IoT dan penerapannya dalam sistem monitoring cuaca.
Bagi tim PKM Kelompok 14, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membagikan pengetahuan teknologi kepada generasi muda.
Kegiatan pengabdian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi secara lebih dekat kepada siswa.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan “Weather Data Goes Digital: Edukasi Internet of Things (IoT) dan Monitoring Cuaca Real-Time melalui Automatic Weather Station”, siswa MAN 18 Jakarta Timur diharapkan semakin memahami informasi parameter cuaca dan cara teknologi IoT mendukung proses pengamatan cuaca.
Para siswa juga diharapkan mampu melihat teknologi secara lebih luas, bukan sekadar sebagai perangkat yang digunakan untuk komunikasi dan hiburan, tetapi sebagai sarana untuk memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
Tim PKM Kelompok 14 berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan materi dan praktik yang lebih beragam. Edukasi mengenai teknologi, data, dan pengamatan lingkungan dinilai penting untuk membangun generasi muda yang memiliki literasi digital sekaligus kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kegiatan PKM di MAN 18 Jakarta Timur tersebut menjadi salah satu langkah kecil untuk mendekatkan teknologi dengan dunia pendidikan. Dari sebuah data cuaca yang dikumpulkan oleh perangkat otomatis, siswa diajak memahami bagaimana teknologi dapat mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, semangat Weather Data Goes Digital diharapkan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat mendorong siswa untuk terus mengenal, memahami, dan memanfaatkan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan.

Kelompok PKM 14 – Magister Teknologi Informasi Universitas Pamulang
Nurrahmat Jatmiko | Tonny Kusuma Wijaya | Diana Hertanti Dwi Kusuma W | Zulmansyah | Andi | Asep Irwan Maulana | Dimas Chandra Adinata

antarlinknet
More Stories
Tingkatkan Keamanan Siber pelajar, mahasiswa Pascasarjana Unpam Gelar Edukasi Literasi dan Jejak Digital di SMK Mathla’ul Anwar.
Smart And Security System
Teknologi 5G dan Dampaknya bagi Pengguna Internet di IndonesiaTeknologi 5G telah menjadi pembicaraan hangat di seluruh dunia, dan Indonesia tidak terkecuali. Artikel ini menjelaskan pengertian 5G dan dampaknya bagi pengguna internet di tanah air.