10/12/2022

antarlinknet

Kumpulan Artikel dan Link

Berangkat JAMNAS Panther-Mania

Cerita ini dulu sudah pernah saya tulis di blog saya sebelumnya, namun karena ada nya masalah di nama domain saya sebelumnya sehingga saya tidak bisa melakukan perpanjangan atas nama domain tersebut dan repost deh..gpp ya gaiss, jangan pernah bosan untuk berkunjung kemari..oke langsung saja kita lanjutkan..CEKIDOT…

Pada Tanggal 6 Mei sampai dengan 8 Mei Tahun 2016, Hari itu kami dari seluruh wilayah Indonesia, tumplek blek di lokasi wisata Gua Lawa Purbalingga Jawa Tengah Kurang lebih 22 Korwil.

antara lain :

  1. Korwil Jambi – PMJR
  2. Korwil Palembang – PMSRI
  3. Korwil Metro Lampung – PMCL
  4. Korwil Bandar Lampung – PMCL
  5. Korwil Pringsewu – PMCL
  6. Korwil DKI Jakarta – PMJR
  7. Korwil Depor Raya – PMJR
  8. Korwil Bekasi Cikarang – PMJR
  9. Korwil Bandung Raya – PMJR
  10. Korwil Cirebon – PMJR
  11. Korwil Tegal – PMTR
  12. Korwil Kedu – PMK
  13. Korwil DIY – PMJI
  14. Korwil Semarang – PMSS
  15. Korwil Grobogan – PMGR
  16. Korwil Solo – PMSR
  17. Korwil Madiun Raya – PMJT
  18. Korwil Kediri – PMJT
  19. Korwil Mojo – PMJT
  20. Korwil Gresik – PMJT
  21. Korwil Bangkalan Madura – PMJT
  22. Korwil Pameksan Madura – PMJT
  23. Korwil Bali – PMJR

Data di atas adalah data pada saat acara tersebut di gelar, tentunya sampai dengan saat ini sudah di lakukan pemekaran terhadap korwil korwil yang tadi nya masih menginduk kepada PMJR karena secara anggota dan kesiapan dari pengurus sudah ada maka dikukuhkan sebagai Chapter sendiri agar kengurusan dari korwil tersebut bisa berkembang lebih baik lagi kedepan nya.

Kembali cerita ke belakang, sebelum nya kami dari Korwil DKI Jakarta yang merupakan bagian dari Chapter Jakarta Raya atau di singkat PMJR, berhubung sebagian besar dari kepengurusan BPO pusat ada di Jakarta dan masuk ke dalam chapter Jakarta, akhirnya sebagian anggota juga ikut membantu kepanitiaan yang masuk di dalam Korwil Tegal yang merupakan bagian dari Chapter Tegal Raya yang sudah jauh jauh hari mempersiapkan semua keperluan untuk suksesnya acara tersebut.

Mang Goler yang super sibuk kala itu, sempat ketemu di warung Om Nanang di daerah dekat Taman Mini, tak ketinggalan om Hape (HP), inisial nya om Hendra Pero sibuk membantu membereskan RAKOM nya om Nanang kalau itu. Oh ya sobat, kenapa dalam suatu komunitas otomotif, baik motor ataupun mobil selalu menggunakan RAKOM untuk berkomunikasi dengan sesama anggota nya?

Ya betul, RAKOM atau Radio Komunikasi selain gratis dan tentunya bisa lebih efektif dibanding dengan menggunakan Handphone ketika TURING.

Ketika suatu rencengan atau iring iringan kendaraan sedang konvoi, kalau di panthermania maksimal jumlah kendaraan dalam satu rencengan atau konvoi adalah 10 Mobil, tujuan nya biar ga bikin macet di jalanan dan memudahkan pengguna jalan yang lain untuk bisa mendahului rombongan konvoi.

Berikut saya sedikit jelaskan peran dari masing masing petugas.

Tujuan

Menjamin agar perjalanan konvoi dapat berlangsung dengan selamat,tertib,aman dan nyaman dengan berpatokan kepada Undang Undang dan peraturan lalu lintas yang berlaku.

RUANG LINGKUP

Prosedur ini berlaku untuk semua anggota pada saat pelaksanaan konvoi. Demi kelancaran,keamanan serta kebersamaan kita semua mohon dapat ditaati dan dihormati.

DEFINISI PETUGAS TOURING

Kelompok pengendara yang bertanggung jawab atas tata tertib dan keamanan konvoi termasuk mengatur rute perjalanan. Petuga touring termasuk diantaranya Leader, Officer, Sweeper dan lain lain sebagai mana seperti yang akan dijelaskan pada bagian dibawah ini.

  1. Leader adalah petugas touring bertindak sebagai pimpinan tertinggi seluruh koordinator dan peserta konvoi perjalanan.
  2. OFFICER adalah petugas touring yang memimpin sebuah kelompok kecil barisan mobil dalam satu rangkaian besar konvoi bila seluruh rombonngan konvoi pecah menjadi beberapa kelompok.
  3. SAFETY OFFICER adalah petugas touring yang mengamankan jalur atau jalan yang akan dilalui oleh peserta konvoi serta mengontrol ketertiban barisan peserta touring.
  4. SWEEPER adalah petugas touring yang mengawasi dan mengamankan posisi peserta touring dari arah belakang barisan. Pada beberapa situasi,SWR merangkap sebagai TO (Technical Officer)
  5. TECHNICAL OFFICER adalah petugas touring yang mengkoordinir bantuan tekhnis terhadap kerusakan kendaraan peserta touring.

KETENTUAN UMUM

1. Setiap pelaksanaan touring harus dipimpin oleh seorang Leader dan setidak tidaknya di bantu oleh 1(satu) orang Officer,1(satu) orang Safety Officer,1(satu) orang Sweeper ato Technical Officer ,atau disesuaikan dengan jarak dan jumlah peserta touring.

2. Leader adalah pimpinan tertinggi yang memimpin seluruh peserta touring konvoi dalam perjalanan touring.

3. Semua peserta touring tanpa kecuali harus mentaati etika touring sebagai berikut :

A. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan.

B. Memenuhi seluruh peraturan dan undang-undang lalu lintas yang berlaku,termasuk diantaranya tidak menggunakan bahu jalan atau melanggar lampu lalu lintas.

C. Tidak menggunakan sirine dan strobo atau klakson yang berlebihan terutama pada kondisi macet selain daripada petugas konvoi,kecuali pada kondisi darurat.

D. Dilarang menggunakan lampu hazard,cukup menyalakan lampu utama untuk menunjukkan bahwa anda adalah peserta konvoi , kecuali petugas touring.

E. Peserta touring tidak berhak mengatur perjalanan touring selain dari koordinator touring.

F. Dilarang keras untuk mengintimidasi pengguna jalan lain(memukul,memaki,mencaci,meludah dan bentuk arogansi-arogansi lainnya)

G. Berbaris sesuai nomor urut konvoi dan tidak saling mendahului atau berebut jalan sesama peserta konvoi.

H. Tidak melakukan manuver yang berbahaya (racing,drifting,zig zag atau aksi-aksi berbahaya lainnya).

I. Memberikan kesempatan kepada pemakai jalan lainnya yang ingin mendahului atau secara terpaksa harus masuk kedalam barisan konvoi karena kondisi lalu lintas.

J. Pergunakan lampu sein atau isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lain serta memberikan isyarat tertentu setelah nya sebagai ucapan terima kasih.

K. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara.

L. Tidak egois,pemaaf dan mengalah terhadap pengguna lain.

M. Selalu menerapkan tata cara berkendara yang aman dan benar.

N. Dapat mempertahankan suasana hati yang positif.

O. Selalu tenang dan tidak terpengaruh atas provokasi dari pengguna lain.

4. Semua peserta touring tanpa terkecuali harus melengkapi kendaraannya minimal dengan kondisi sebagai berikut :

A. Mesin dan oil dalam kondisi layak jalan dan layak pakai.

B. Kaca spion harus lengkap serta dapat berfungsi dengan baik.

C. Seluruh lampu kendaraan harus lengkap dan berfungsi dengan baik.

D. Ban kendaraan termasuk ban cadangan harus dalam kondisi layak pakai.

E. Rem berfungsi dengan baik.

F. Klakson berfungsi dengan baik.

G. Memiliki dan membawa surat-surat kendaraan serta identitas pengenal diri (STNK,SIM dan KTP).

H. Alat perkakas standar kendaraan lengkap tersedia dalam mobil.

I. Bahan bakar kendaraan penuh atau mencukupi untuk mengikuti touring.

J. Membawa kotak P3K dan obat-obatan serta keperluan pribadi.

Status Prioritas Konvoi

Seluruh rangkaian konvoi termasuk koordinator konvoi memiliki status prioritas utama apabila mendapatkan pengawalan secara khusus oleh pihak yang berwenang (POLANTAS / DISHUB), tetapi prioritas konvoi ini berada di urutan terbawah seperti yang telah ditentukan oleh UU Lantas (pemadam kebakaran, ambulans / kendaraan jenazah, rangkaian konvoi kenegaraan,dan lain-lain).

Pantauan Frekuensi Komunikasi Radio
Seluruh peserta termasuk koordinator konvoi diatur dalam frekuensi *1xx.xxx Mhz*

Tanggung Jawab dan Wewenang Petugas Touring

a. Leader

1. Membawahi para officer touring yang bertugas yaitu Safety Officer, Technical Officer dan Sweeper.
2. Bertanggung jawab untuk membawa peserta touring ke tujuan dengan aman dan selamat dengan dibantu para officer touring.
3. Berwenang membatalkan perjalanan atas dasar pertimbangan keamanan dan keselamatan rombongan berdasarkan masukan dari para officer touring.
4. Berhak membatalkan keikut sertaan peserta touring dan/atau membatalkan penugasan officer touring yang ditunjuk sebelumnya atas dasar kemanan dan keselamatan peserta rombongan touring.
5. Menyusun rute, jarak tempuh dan durasi perjalanan, tempat perberhentian sementara, penunjukan officer touring dan analisa resiko potensi hambatan dan/atau bahaya dalam rute yang akan dilalui rombongan touring.
6. Melakukan doa bersama dan memberikan tanda dimulainya touring.
7.Memastikan fungsi radio pada para officer touring yang bertugas tidak mengalami gangguan (radio check).
8. Mengendalikan perjalanan touring melalui radio komunikasi.
9. Mengontrol jalannya komunikasi radio antara Leader dengan Officer yang bertugas dengan anggota group lainya.
10. Memperingatkan komunikasi radio yang dianggap tidak perlu dan/atau mengganggu jalannya koordinasi serta menolak hubungan radio yang dianggap tidak perlu.
11. Memastikan SOP Touring diikuti dan dipatuhi seluruh peserta touring tanpa terkecuali.

b. Officer

1. Bertanggung jawab kepada Leader.
2. Mengatur kecepatan dan arah perjalanan touring grupnya sesuai instruksi Leader .
3. Memonitor dan membimbing anggota grupnya agar tetap dalam formasi touring.
4. Melaporkan pada Leader jika ada anggota grup yang membutuhkan Safety Officer atau Sweeper.
5.Menegur dan
memperigatkan anggota grupnya yang tidak mematuhi SOP Touring (tidak masuk dalam barisan atau tidak line up)

c. Safety Officer(SO)

1. Bertanggung jawab kepada Leader .
2. Memperhatikan kondisi jalan, lalu lintas serta kendaraan lain di luar rombongan kemudian menginformasikan kepada Leader dan peserta touring melalui radio komunikasi tentang kemungkinan yang membahayakan dari bagian depan dan belakang konvoi seperti misalnya kendaraan
yang akan menyerobot jalur peserta konvoi dan kendaraan yang akan menyalip konvoi.
3. Berganti / berpindah jalur sebelum peserta touring sehingga peserta touring dapat memasuki jalur perjalanan dengan aman.
4. Mengawasi formasi danmemberitahu Leader masalah yang mungkin terjadi pada konvoi.
5. Mengatur formasi agar tetap sesuai dengan yang diinginkan oleh Leader .
6. Mengatur jarak antar peserta touring sehingga formasi touring tetap sebagai satu kesatuan barisan.

d. Sweeper
1.Bertanggungjawab kepada Leader .
2.Memastikan semua peserta touring tetap dalam formasi barisan konvoi.
3. Mengawasi formasi dan memberitahu Leader masalah yang mungkin terjadi pada konvoi dari posisi paling belakang.
4. Memberikan bantuan / tanggapan atas kondisi darurat yang dialami oleh peserta touring.
5. Mengingatkan peserta touring bila melakukan pelanggaran etika selama touring.
6. Menanggapi tindakan provokatif dari pengguna jalan lain yang mengganggu peserta touring dan melaporkan setiap perkembangan situasinya kepada Leader melalui radio komunikasi.
7. Memonitor dan mengambil tindakan yang perlu ketika ada peserta touring yang tercecer dari barisan.

e. Technical Officer

1. Bertanggung jawab kepada Leader .
2. Mengkoordinir tersedianya bantuan teknis, baik berupa suku cadang maupun tenaga terampil selama perjalanantouring. 3.Memberikan bantuan teknis terhadap kerusakan yang dialami peserta touring dan memberikan saran kepada Road Captain apakah perjalanan touring tetap diteruskan atau dihentikan sementara ketika menemani kerusakan tekhnis peserta touring.

f. Peserta Touring

1. Bertanggung jawab untuk mematuhi SOP Touring.
2. Mengetahui rute, jarak tempuh dan durasi perjalanan dan tempat pemberhentian sementara.
3. Mengikuti instruksi Group Leader, Safety Officer atau Sweeper yang disampaikan melalui isyarat tangan ataupun radio komunikasi.
4. Menyampaikan informasi kepada Pimpinan Grupnya (Group Leader) tentang kondisi diri, kendaraan atau lingkungan sekitarnya yang dapat mengganggu konsentrasi dan keamanan.

Formasi, Isyarat dan Cek Radio

1. Formasi Line Up
a. Formasi Line Up adalah sesuai urutan dan grupnya masing-masing berbaris dimulai Safety Officer, Leader , Group Leader, Peserta Touring dan Sweeper.
b. Leader akan memimpin ketika formasi line up akan dilakukan.
c. Formasi ini harus dipatuhi seluruh peserta touring.

2. Formasi Berhenti Sementara seluruh rombongan
a. Leader akan memutuskan Formasi Berhenti Sementara yang akan dipakai setelah mendapatkan saran dari Safety Officer yang melihat situasi dan kondisi jalan.
b. Jika lokasi memungkinkan maka formasi berhenti adalah Road Capatin berhenti di titik awal, selanjutnya anggota touring di belakangnya akan berhenti di depannya; begitu seterusnya sehingga formasi berhenti di posisi paling belakang adalah Leader sedangkan di posisi paling depan adalah Sweeper
c. Formasi ini untuk mempermudah manuver line up ketika konvoi harus berjalan kembali, dimulai dari Leader bergerak diposisi paling belakang hingga Sweeper diposisi paling depan.
d. Jika kondisi jalan tidak memungkinkan menggunakan formasi di atas, maka formasi berhenti akan diputuskan oleh Leader (Berhenti per group atau berhenti biasa).

3. Isyarat dan Cek Radio
a. Cek radio akan dimuali dari Leader yang akan memanggil para petugas touring (Safety Officer, Sweeper, Technical Officer dan terakhir; Group Leader).
b. Leader kemudian meminta masing-masing Group Leader untuk cek radio dan memanggil anggota grupnya dimulai dari mesin mobil, lampu besar dan radio telah hidup).
c. Setelah mendapatkan laporan “SIAP” dari tiap Leader maka Leader akan memerintahkan rombongan untuk mulai bergerak.
d. Safety Officer akan menyalakan sirene / klakson sebagai tanda touring dimulai.

Standard Touring Panther-Mania.
1. Berdoa selalu sebelum berangkat.

2. Wajib menyalakan lampu besar (head lamp) selama perjalanan touring.

3. Wajib membawa radio komunikasi jenis 2 meteran dengan frekuensi yang sudah di tentukan oleh pengurus pusat agar tidak terjadi tabrakan dalam berkomunikasi dengan grup lain nya.

4..Wajib mematuhi peraturan dan menjaga tata tertib ber lalu lintas.

5. Wajib memberikan kesempatan kepada kendaraan atau pengguna jalan lain untuk mendahului rombongan.

6. Tidak boleh mendahului sesama rombongan atau saling menyusul.

7. Tidak diperkenankan menyalakan “Lampu Darurat” atau “Hazard”, kecuali mobil berhenti karena keadaan darurat.

8. Wajib mengisi penuh BBM sebelum keberangkatan rombongan.

Peraturan Touring

1. Datang tepat waktu.
2. Selalu memonitor radio komunikasi. Harap menyiapkan radio komunikasi di frekuensi 14x.xxx Mhz
3. Tidak diperkenankan mendahului Leader .
4. Selalu dalam barisan sesuai dengan nomor urut.
5. Tetap dalam formasi touring mulai dari keberangkatan hingga perjalanan pulang.
6. Tidak diperkenankan kebut-kebutan, mendahului peserta di depannya tanpa instruksi dari RoadCaptain, Officer atau GroupLeader.
7.Tidak menggunakan klakson yang berlebihan, sirene ataupun lampu strobo.
8.Selalu menjaga jarak dengan peserta lainnya minimal 1(satu) kendaraan didepannya.
9.Peserta tidak berhak mengatur perjalanan touring kecuali Leader yang dibantu oleh para petugas touring.
10. Peserta diperkenankan berbicara melalui radio komunikasi, tetapi harus memberikan prioritas kepada Leader , Group Leader, Sweeper atau petugas touring lainnya.
11. Jika salah satu peserta terpaksa harus berhenti, harap menghubungi Leader melalui radio komunikasi. GL akan memutuskan apakah grup yg dipimpinnya melanjutkan perjalanan atau ikut berhenti. Officer terdekat (dan Service Car; bila perlu) akan menemani bila salah satu peserta atau grup memutuskan untuk berhenti. RC akan memutuskan apakah rombongan besar melanjutkan perjalanan atau ikut berhenti.
12. Membawa lengkap surat-surat kendaraan yang masih berlaku (SIM dan STNK).
13. Tidak diperkenankan berkendara dalam kondisi mabuk atau dalam pengaruh obat-obatan lainnya.
oke itu sekilas tugas dari petugas ketika kami melakukan turing jarak jauh yang melibatkan banyak anggota dan kendaraan, kembali lagi ke cerita Berangkat Jamnas Gua Lawa ya gaiss…

Turing kali ini atau ngerayab istilah kami adalah yang pertama kali bagi saya ketika bergabung pertama kali di Club Otomotif Pencinta Kendaraan Isuzu Panther, atau di sebut dengan PantherMania.

Setelah mengikuti beberapa kali kopdak terkait koordinasi kelompok, atau istilah kami rencengan, maka kami mulai sedikit paham sekiranya apa saja yang perlu kami persiapkan dalam Ngerayab kali ini.

Bagi member member senior, pergi ke Gua Lawa, atau ke daerah Jawa Tengah bukanlah merupakan suatu perjalanan yang menurut para senior atau kelompok yang kami sebut dengan CBB (Cadas Brutal Beringas) perjalanan yang menantang. Mereka rata-rata sudah terbiasa melakukan perjalanan ngerayab yang sudah tinggi jam terbang nya, sehingga ritual ritual untuk berangkat ngerayab bukan sesuatu yang aneh, seperti mempersiapkan kendaraan, mulai dari cek kaki-kaki, pergantian oli, baik itu oli mesin ataupun oli transmisi bagi yang matic dan oli gardan, serta pengecekan rem, sistem pendingin kendaraan (Radiator), kelistrikan semua di lakukan menyeluruh di bengkel Isuzu yang sudah menjadi rumah kedua bagi mereka. ( Thanks Om Djoko Hartono, ASCO Pas.

Untuk pengecekan gratis menjelang suatu event  beskala nasional tidak hanya ada di Jakarta saja, dealer Isuzu yang menjadi induk dari kounitas  dan tersebar di seleurh wilayah Indonesia tentu nya juga bisa di menerima para member yang akan melakukan pemeriksaan gratis tersebut dengan cara menunjukan kartu anggota dan surat surat kendaraan sebagai pembuktian resmi kepemilkan kendaraan, dan tidak di batasi oleh jenis dan tahun pembuatan kendaraan, semua type isuzu panther dari semua tahun dan menjadi member PantherMania Bisa memeriksakan kondisi kendaraan secara gratis ke dealer dealer tersebut.

Tibalah hari H kami berangkat ke lokasi Jamnas 2, kami berangkat resmi dari dealer isuzu Harapan Indah yang masuk wilayah Bekasi dengan pelepasan oleh Pimpinan Deler Isuzu Harapan Indah dan Ketua Umum PantherMania setelah Bersama dengan member member dari pulau Sumatra yang sudah lebih awal berangkat dan tiba di Jakarta untuk bisa berangkat Bersama menuju lokasi Jamnas 2.

Sesuai arahan dari Ketua umum sebagai pelopor berlalu lintas yang baik, kami di larang menggunakan sirene ataupun strobo serta wajib mendahulukan kepentingan pengendara umum terlebih dahulu sebagai prioritas dan masing masing kelompok di batasi dengan jumlah kendaraan tidaklebih dari 10 Kendaraan agar tidak terjadi iring-iringan yang Panjang dan dapat mengganggu pengguna lalu lintas lain.

Agar instruksi dari seorang leader, sebutan pemimpiin rencengan kepada rencengan dapat di terima dengan baik dan tidak terjadi miss komunikasi dengan anggota rencengan lainya. Contoh nya Ketika terdapat obstacle, leader akan segera memberi informasi kepada rencengan agar berhati hati dan bersiap untuk melakukan pengereman atau mengurangi laju kendaraan dan banyak hal hal lain yang sangat berguna terkait penggunaan Radio Komunikasi tersebut dan bukan sebagai gaya gaya semata.

Dari seluruh rencengan nanti nya akan di nilai kerapihan dari rencengan kendaraan dan juga terkait kekompakan rencengan akan menjadi penilaian dari panitia, dan Alhamdulilah rencengan saya mendapat juara dengan leader Om Menpan  yang selalu memberikan informasi informasi kepada rencengan tidak pernah putus selama perjalanan dan semua anggota dapat tiba di lokasi Jamnas dengan selamat tanpa ada hambatan.

Setibanya di lokasi kami di sambut dengan hujan yang cukup deras sehingga lokasi nenda kami menjadi becek, saat itu saya mendirikan tenda di dekat sedulur PM dari jawa timur ..pada saat itu rasa Lelah dan capai selam perjalan seakan hilang Ketika kami dapat bertemu dengan para sedulur dari seluruh nusantara yang hadir pada acara tersebut, dari timur ada sedulur dari Bali yang dating dengan isuzu pickup nya Tante Evelyn, dan dari barat dari Medan ada Opung Nizar.

Panitia menyediakan juga penginapan di sekitar lokasi bagi sedulur yang kebetulan tidak bisa mendirikan tenda atau karena punya anak kecil, dan pokok nya persiapan yang singkat dari panitia cukup membuat kami merasa nyaman. Terimakasih sedulur Tegal dan sekitarnya yang sudah bekerja keras untuk mempersiapkan acara untuk mai semua.

Sekian cerita dari saya , sampai jumpa di cerita ngerayab berikutnya..salam Panther-mania..wush..wush..wush huu haa.

Berikut Foto Kegiatan-nya

Redmetik 924